Minggu, 28 Juli 2019

ciptakan kekuatan


Saat semangat mulai surut. Saat putus asa mulai menghampiri, baca tulisan ini.

            Kuliah, adalah hal yang mungkin menjadi impian setiap anak SMA yang sudah mempersiapkan masa depan. Bahkan mereka yang tidak tau mau jadi apa jika dia kuliah. Semua anak pasti ingin kuliah. Mulai dari yang pintar sampai yang nggak pintar, mulai dari anak orang kaya maupun anak orang kurang berada. Mulai dari mereka yang ingin kuliah untuk membahagiakan kedua orangtuanya sampai mereka yang kuliah karena ingin melanglang buana.
Dan kini, kau berada diposisi yang mereka inginkan, posisi dimana kebanyakan orang telah mempersiapkannya sejak dia masih kecil.

            Jika tempat kuliahmu saat ini adalah tempat yang kau impikan, bersyukurlah, Karena tak banyak yang bisa seberuntung kamu. Saat kau mengeluh karena kuliah yang kau bayangkan tak seindah yang kau hayalkan. Sekali lagi ingatlah mereka yang menginginkan berada diposisimu,mereka yang berjuang keras untuk menempati tempat yang sekarang kau duduki. Bahkan mereka yang sudah rela, ikhlas melupakan impiannya karena mereka tak seberuntung kamu.

            Jika tempatmu kuliah sekarang adalah pilihanmu dinomer 2/3 tapi kamu memang berharap masuk ke situ meskipun bukan pilihan pertama. Ingat, mereka yang menempatkan pilihanmu yang ke 2/3 itu menjadi pilihan pertamanya, mereka ingin sekali masuk ke tempat yang kamu nomer 2 atau nomer 3 kan. Ingat, bahwa apa yang kamu kesampingan ternyata menjadi prioritas utama bagi orang lain. Bersyukurlah karna kau lebih beruntung daripada mereka.

            Jika tempatmu kuliah sekarang ini bukanlah tempat yang kamu prioritaskan atau bahkan kamu nomer duakan. Bahkan, lebih buruk. Tempatmu kuliah sekarang ini adalah pilihan terakhirmu. Entah apapun alasannya, hanya untuk mengisi pilihan terakhir, atau karena takut nggak kuliah, atau karena daripada nggak diterima dimana-mana,atau bahkan karena gengsi. Ingat apa yang kamu tempati saat ini yang kau anggap remeh, sepele, rendah, terpaksa. Ingat mereka yang tidak seberuntung kamu, meskipun mereka sudah berusaha untuk mencari dan terus mencari kampus mana yang akan menerima mereka. Ingat, ada sang pencipta yang pasti telah menentukan rencana indah dibalik perjalananmu yang terpaksa ini.

            Alloh lah yang membawa namamu masuk ke Universitas tersebut. Maka, yakinlah bahwa Alloh pasti punya rencana yang tidak hambanya ketahui. Dia Maha Tau. Mungkin Dia menyiapkan masa-masa yang indah setelah perjalanan berlikumu, setelah perjuangan kerasmu, setelah keikhlasanmu menjalani takdirNya. Alloh lah yang membawa namamu masuk sebagai salah satu mahasiswa tempat dimana kamu menuntut ilmu sekarang.

            Jika kamu tidak bisa menjalani nya dengan senyuman, jika disetiap langkahmu masih terbesit seribu keluhan, jika disetiap perbuatanmu masih tersimpan sebuah penyesalan. Coba bawa nama Alloh disetiap langkahmu menjalani perjalanan tersulitmu, perjuangan terberatmu, dan pengorbanan terAgungmu.

            Bawalah Alloh disetiap langkahmu. Perlahan keluhan itu akan berakhir, kesulitan itu akan mudah, kepahitan itu akan manis. Perlahan kau akan mengatakan "setidaknya aku lebih beruntung daripada orang lain, setidaknya aku masih bisa menjalani apa yang aku tidak suka, setidaknya aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan kesempatan orang lain" bukan karena kita bangga karena mendapatkan apa yang tidak orang lain dapatkan, tapi belajar mensyukuri apa yang terjadi.

            Perlahan kau akan ikhlas menjalani setiap perjuangan, kau akan tersenyum menjalani sebuah pengorbanan, kau akan meringankan langkahmu. Semua akan terasa lebih baik dari sebelumnya. Perlahan senyum itu akan sering kau torehkan dipipimu, semangat berkobar untuk menaklukkan rasa pahit itu, rasa berat itu, dan rasa malas itu.

            Senyumlah dan jalani apa yang sudah jadi jalan taqdirmu. Lakukan, sertakan Alloh disetiap hembus nafasmu. Bahkan kau tidak akan melihat bahwa ada gunung setinggi langit, laut sedalam alam yang tak dapat kau jangkau. Api seluas dunia.

            Tapi kau akan tersenyum sembari menengok ke belakang, dimana dirimu dengan seribu keluhan, dirimu dengan sejuta kemalasan, dirimu yang disebut sebagai wanita semilyar tangisan, kini telah tersenyum melihat langkahmu yang penuh dengan semangat.

            Dia(masa lalumu) akan berucap, teruslah melangkah wahai masa depan. sukai apa yang dulu tak kusukai. Lakukan apa yang dulu tak kulakukan dan Tersenyumlah karena dulu senyumanku hanya rekayasa hanya untuk menunjukkan luka yang kubalut dengan tawa.

            Jadilah 180 derajatku, jadilah antonimku. Aku (masalalumu) adalah orang yang tidak tau indahnya dunia. Tidak tau kerasnya kehidupan. Aku hanya tau keluhan, kesulitan, rintangan, dan keterpaksaan.

            Jadilah Pribadi yang bisa membuatku mengerti apa yang tak kumengerti. Masa depanku, Kamulah yang akan menjadikan senyum ini tulus terurai. Ingat, nafasmu hari ini mungkin adalah hembusan terakhir orang lain, Maka jangan mengeluh dan tersenyumlah menjalani taqdir ini.


Farich Nuril Syaifuddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku bukan pilihan

Aku bukan pilihan Jika kamu menempatkanku pada posisi itu Maaf kau tak akan mendapatkanku Sekali saja kamu dibuat bingung atas sebuah piliha...