malam itu kau menghampiriku sesuai permintaanku. aku menunggumu dengan segala kesabaranku. karena kau punya jam yang terbuat dari karet kau selalu ijin telat dari rencana awal. saat menunggu kehadiranmu, ku aktifkan mode dering pada ponselku. dering telfonku adalah voice note darimu. ya, entah kenapa aku suka dengan suaramu. voice note itu seakan menjadi perwakilan hadirmu saat kesibukanmu. hingga ada pemberitahuan pesan masuk "far aku udah di depan", aku membalasnya secepat kilat, ok aku keluar. Aku selalu deg-degan saat ada kau menemuiku. pertemuan kita bukanlah pertemuan yang tanpa alasan sederhana. selalu ada alasan kenapa kita harus bertemu. ya, malam itu adalah malam dimana aku harus pulang tapi aku tidak bisa berkendara sendirian. tentu kau datang untuk memboncengku. "ayo, eh ini buat kamu" sambil memberikan kantong plastik kepadaku. aku hanya menjawabnya kenapa repot-repot sih, tak masukin jok ya. ketika bersiap-siap untuk berangkat, seketika ponselku berbunyi "dauuni, dauunii, unaajii habibii" begitulah nada deringku yang ku atur. seketika aku tersadar bahwa suara yang kujadikan nada dering itu orangnya ada di dekatku. seketika aku mati kutu dan aku bergegas berlari masuk kedalam rumah. aku malu sekali. bagaimana bisa aku lupa mengganti mode getar pada ponselku. betapa bodohnya aku. dengan segala kebodohanku aku berfikir, dia dengar nggak yaaa. dia ingat nggk ya kalau ini vn dari dia. ribuan pertanyaan kini berterbangan memenuhi langit-langit pikiranku. seketika aku tersadar bahwa aku harus pulang jadi aku menyimpan rasa maluku dalam kantong plastik yang kubawa. aku bergegas keluar dan bilang, ayo berangkat keburu malam. dia pun diam dan langsung naik motor. lewat sini aja ya begitu katanya. aku cuma diam dan menahan malu serta ketawa atas kebodohanku yang tidak dibuat-buat ini.terimakasih sudah ada disaat kubutuh kamu. karena aku tahu pertemuan karena alasan yang tidak sederhana itu lebih indah. cuma ya itu, aku berharap agar pertemuan kita selanjutnya tidak dengan alasan yang sam seperti malam itu. tapi dengan alasan yang lebih rumit untuk dibahas dalam cerita.
aku suka caramu memperlakukanku saat bersamaku, bersama dalam nyata bukan pesan singkat semata. karena kita memnang tidak bersua dalam pesan singkat yang bernada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar