Saat semangat mulai surut. Saat putus asa mulai
menghampiri, baca tulisan ini.
Kuliah,
adalah hal yang mungkin menjadi impian setiap anak SMA yang sudah mempersiapkan
masa depan. Bahkan mereka yang tidak tau mau jadi apa jika dia kuliah. Semua
anak pasti ingin kuliah. Mulai dari yang pintar sampai yang nggak pintar, mulai
dari anak orang kaya maupun anak orang kurang berada. Mulai dari mereka yang
ingin kuliah untuk membahagiakan kedua orangtuanya sampai mereka yang kuliah
karena ingin melanglang buana.
Dan kini, kau berada diposisi yang mereka
inginkan, posisi dimana kebanyakan orang telah mempersiapkannya sejak dia masih
kecil.
Jika
tempat kuliahmu saat ini adalah tempat yang kau impikan, bersyukurlah, Karena
tak banyak yang bisa seberuntung kamu. Saat kau mengeluh karena kuliah yang kau
bayangkan tak seindah yang kau hayalkan. Sekali lagi ingatlah mereka yang
menginginkan berada diposisimu,mereka yang berjuang keras untuk menempati
tempat yang sekarang kau duduki. Bahkan mereka yang sudah rela, ikhlas
melupakan impiannya karena mereka tak seberuntung kamu.
Jika
tempatmu kuliah sekarang adalah pilihanmu dinomer 2/3 tapi kamu memang berharap
masuk ke situ meskipun bukan pilihan pertama. Ingat, mereka yang menempatkan
pilihanmu yang ke 2/3 itu menjadi pilihan pertamanya, mereka ingin sekali masuk
ke tempat yang kamu nomer 2 atau nomer 3 kan. Ingat, bahwa apa yang kamu
kesampingan ternyata menjadi prioritas utama bagi orang lain. Bersyukurlah
karna kau lebih beruntung daripada mereka.
Jika
tempatmu kuliah sekarang ini bukanlah tempat yang kamu prioritaskan atau bahkan
kamu nomer duakan. Bahkan, lebih buruk. Tempatmu kuliah sekarang ini adalah
pilihan terakhirmu. Entah apapun alasannya, hanya untuk mengisi pilihan
terakhir, atau karena takut nggak kuliah, atau karena daripada nggak diterima
dimana-mana,atau bahkan karena gengsi. Ingat apa yang kamu tempati saat ini
yang kau anggap remeh, sepele, rendah, terpaksa. Ingat mereka yang tidak
seberuntung kamu, meskipun mereka sudah berusaha untuk mencari dan terus
mencari kampus mana yang akan menerima mereka. Ingat, ada sang pencipta yang pasti
telah menentukan rencana indah dibalik perjalananmu yang terpaksa ini.
Alloh
lah yang membawa namamu masuk ke Universitas tersebut. Maka, yakinlah bahwa
Alloh pasti punya rencana yang tidak hambanya ketahui. Dia Maha Tau. Mungkin
Dia menyiapkan masa-masa yang indah setelah perjalanan berlikumu, setelah
perjuangan kerasmu, setelah keikhlasanmu menjalani takdirNya. Alloh lah yang
membawa namamu masuk sebagai salah satu mahasiswa tempat dimana kamu menuntut
ilmu sekarang.
Jika
kamu tidak bisa menjalani nya dengan senyuman, jika disetiap langkahmu masih
terbesit seribu keluhan, jika disetiap perbuatanmu masih tersimpan sebuah
penyesalan. Coba bawa nama Alloh disetiap langkahmu menjalani perjalanan
tersulitmu, perjuangan terberatmu, dan pengorbanan terAgungmu.
Bawalah
Alloh disetiap langkahmu. Perlahan keluhan itu akan berakhir, kesulitan itu
akan mudah, kepahitan itu akan manis. Perlahan kau akan mengatakan
"setidaknya aku lebih beruntung daripada orang lain, setidaknya aku masih
bisa menjalani apa yang aku tidak suka, setidaknya aku masih punya kesempatan
untuk mendapatkan kesempatan orang lain" bukan karena kita bangga karena
mendapatkan apa yang tidak orang lain dapatkan, tapi belajar mensyukuri apa
yang terjadi.
Perlahan
kau akan ikhlas menjalani setiap perjuangan, kau akan tersenyum menjalani
sebuah pengorbanan, kau akan meringankan langkahmu. Semua akan terasa lebih
baik dari sebelumnya. Perlahan senyum itu akan sering kau torehkan dipipimu,
semangat berkobar untuk menaklukkan rasa pahit itu, rasa berat itu, dan rasa
malas itu.
Senyumlah
dan jalani apa yang sudah jadi jalan taqdirmu. Lakukan, sertakan Alloh disetiap
hembus nafasmu. Bahkan kau tidak akan melihat bahwa ada gunung setinggi langit,
laut sedalam alam yang tak dapat kau jangkau. Api seluas dunia.
Tapi
kau akan tersenyum sembari menengok ke belakang, dimana dirimu dengan seribu
keluhan, dirimu dengan sejuta kemalasan, dirimu yang disebut sebagai wanita
semilyar tangisan, kini telah tersenyum melihat langkahmu yang penuh dengan
semangat.
Dia(masa
lalumu) akan berucap, teruslah melangkah wahai masa depan. sukai apa yang dulu
tak kusukai. Lakukan apa yang dulu tak kulakukan dan Tersenyumlah karena dulu
senyumanku hanya rekayasa hanya untuk menunjukkan luka yang kubalut dengan
tawa.
Jadilah
180 derajatku, jadilah antonimku. Aku (masalalumu) adalah orang yang tidak tau
indahnya dunia. Tidak tau kerasnya kehidupan. Aku hanya tau keluhan, kesulitan,
rintangan, dan keterpaksaan.
Jadilah
Pribadi yang bisa membuatku mengerti apa yang tak kumengerti. Masa depanku,
Kamulah yang akan menjadikan senyum ini tulus terurai. Ingat, nafasmu hari ini
mungkin adalah hembusan terakhir orang lain, Maka jangan mengeluh dan
tersenyumlah menjalani taqdir ini.
Farich Nuril Syaifuddin

