Rabu, 20 Maret 2019

Siapa yang salah

Aku punya hati, hati yang sepeti jelly, mudah pecah dan mudah tersakiti.
Hatiku pernah dimiliki, hingga terkadang rindu menghampiri.
Meski kini kita tak bersama lagi, ada harapan yg kerap datang menghampiri.
Harapan akan pemenuhan sebuah janji, atas kebersamaan setelah penantian ini.
Aku percaya bahwa takdir sudah ditetapkan oleh Yang Maha Pengasih.
Namun hati ini mengaminkan apa yg pernah tertulis dan terkirim lewat phonsel ini.
Kasih, jika sekarang aku merindukanmu siapa yang salah.
Kau yang telah berjanji, atau aku yang berharap lebih.
Kasih, tak apa hati ini sendiri, namun bahagiaku tetap masih tergantung atas keputusanmu nanti.
Rindu yang selama ini ku nikmati kini terasa begitu sesak memenuhi relung batin ini.
Pertanyaan yang selama ini kusimpan rapi, sekarang berantakan menuntut jawaban.
Aku masih sendiri, seperti waktu itu kau meminta jawaban pasti.
Jawaban yg ku beri, yang telah membuat jarak kini terjadi.
Aku masih dengan rasaku yang dulu, saat kau tertawa bersamaku disaksikan senja yang perlahan pergi.
Aku merindukanmu sang penjaga hati.
Penjaga hati dari si penakluk hati yang tak pasti.
Aku bersyukur karena telah menelan penantian hingga kini.
Hingga aku terjaga dari salahnya jatuh hati
Lagi


Kau masih di hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku bukan pilihan

Aku bukan pilihan Jika kamu menempatkanku pada posisi itu Maaf kau tak akan mendapatkanku Sekali saja kamu dibuat bingung atas sebuah piliha...