ucapan itu kembali menyayat hati..
sang pujaan yang dinanti, telah menjadikan mulutnya sebagai duri..
duri dihati sesorang yang mengagumi..
Aku tiada lagi berarti. .
Bagimu, aku hanya cerita yang kini tak berarti. .
Tiada guna lagi membahas masalah ini. .
Kau ucapkan itu dengan sepolos hati. .
Kamu berbeda. .
Kamu sang juara. .
Juara penyayat hatiku, yang sekarang entah harus bagaimana ku melupakanmu. .
Wahai yang pernah hadir dihidupku. .
Kau bukanlah sosok yang sama dengan sosok diluar sana, kau indah namun keindahan itu kini tak lagi nampak dihatiku . .
Ku ingin menghapus semua rasa ini, bukan aku , tapi waktu.
aku ingin dengan alasan waktu inilah semua kenangan itu hilang,.
Tapi, bertahun-tahun ku nikmati penantian ini, hanya ada ilusi yang semakin melukai hati. .
Kau tak lagi disisi. . Kau tak lagi menemani. .
Kau bukan yang dulu lagi. .
Hatiku telah sampai di ujung penantian, dimana aku harus terus melangkah tanpa menjadikanmu sebagai alasanku berhenti lagi. .
Cukup melupakanmu sebagai semua alasanku saat ini adalah hal yang mungkin susah bagiku, .
Namun, layaknya mentari yang harus pergi untuk indahnya sang rembulan,.
Kuharap kepergianku dapat membuatmu bahagia,. Hingga aku melihat jutaan bintang diantara kalian.
Ku sadari penantian ini salah, . penantian ini tak bermakna,.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar