Anggap tulisan ini adalah tulisan kalian, . Selamat membaca dan ucapkan amin pada kalimat tertentu
Hidupku bukanlah hidup yang indah
atau bahkan lurus lurus saja, di hidupku ada kelok, ada liku, ada batuan, ada
sungai, lembah jurang, bahkan laut sekalipun yang bisa saja aku terjun disana
saat aku capek dengan semua perjalanan ini, tapi aku memilih melewati dan terus
melewatinya, karena untuk kembali kebelakang aku melihat senyum dari orangtuaku
yang diamatanya ada sinar harapan akan kesuksesanku. Untuk belok kesamping ada
orang-orang yang tersenyum melihatku walau beberapa diantara mereka ada yang
tidak tulus dalam untaian senyumnya, namun aku tahu mungkin senyum yang
terpaksa itu ada karena ada kataku yang membuatnya terluka. Namun dibalik semua
rasa itu aku berharap kelak aku dapat membahagiakan mereka walau tidak terlalu
lucu namun aku ingin mengukir senyum diwajah mereka karena perbuatanku,karena
keberdaaanku.
Tuhan, Aku punya mimpi sederhana namun sangat berharga. Aku ingin
menggandeng kedua tangan orang tuaku untuk mendatangi rumahMu dan makam
kekasihMu. Aku ingin bersama mereka dalam memenuhi rukun itu.
Tuhan, jangan sampaikan waktuku
sebelum aku mewujudkan mimpi itu atau jika waktuku memang sudah habis hamba
mohon, kirimkan seseorang yang menggantikan hamba mewujdkan impian itu, aku
sangat berharap jika itu adikku, karena ibuku akan tersenyum bahagia menjalani
semua itu, jika bukan adiiku aku berharap itu dari orang yang menyayangiku atau
kusayangi tanpa syarat. Mungkin banyak dari mereka tidak tahu apa makna dari
impianku ini. Yang kuinginkan bukanlah air mata haru dari kedua orang tuaku
karena aku berhasil membawa mereka melengkapi rukun islam mereka, namung yang
kuingin adalah aku bisa menjadi perantara kedua orangtuaku untuk masuk kesurga
atau melengkapi rukun islam mereka. Aku satu-satunya anak perempuan mereka,
mereka sangat berhati-hati menjagaku. Tuhan, hamba ingin bisa menjadi anak
perempuan mereka yang bisa menolong mereka dari perihnya api neraka. Walau aku
tahu aku sendiri tidak akan mampu menopang dosaku yang lebih tinggi dari gunung
yang lebih luas dari samudera. Oleh karena itu Tuhan, di ujung waktuku ini
ijinkan aku menghapus semua dosa-dosaku, memperbanyak dzikr terhadapmu baik sir
maupun jahr.
Tuhan, perjalananku sudah buruk dan
berliku dan tidak indah karena penuh dosa, namun hamba ingin perjalananku
indah, mulus dan baik di akhir hayatku. Aku ingin menjadi salah satu hambaMu
yang memulai kehidupan akhiratnya dengan catatan husnul khotimah. Aku ingin
menjadi salah satu hambaMu yang sangat
dekat dengan namaMu hingga engkau
mengingatku walau dengan segala malu hamba berharap bisa menjadi hamba yang kau
rindukan, dirindukan surga, dan dirindukan Muhammad. Hamba malu namun dengan
segala dosa hamba hamba ingin mengharap pertolonganMu Tuhan, Tolong orang
tuaku, dan adik-adikku. Jika kami berlima dalam nerakaMu hamba mohon selamatkan
dulu orang tua hamba, karena merekalah aku melakukan kebaikan, kedua
selamatkanlah adik-adiku karena merekalah aku belajar bersabar dan belajar
menjadi orang tua yang harus selalu bijak dan sabar, dan karena hamba
sendirilah dosa-dosa ini ada.
Kumohon Tuhan, aku sayang mereka,
aku sayang keluargaku, teman-temanku, dan segenap orang yang mengajarkan ku aku
arti kehidupan.
Terimakasih
Tuhan, Terimakasih Muhammad. . Terimakasih orangtuaku, terimakasih keluargaku.