Minggu, 04 Maret 2018

Di ujung waktu

.
Anggap tulisan ini adalah tulisan kalian, . Selamat membaca dan ucapkan amin pada kalimat tertentu


            Hidupku bukanlah hidup yang indah atau bahkan lurus lurus saja, di hidupku ada kelok, ada liku, ada batuan, ada sungai, lembah jurang, bahkan laut sekalipun yang bisa saja aku terjun disana saat aku capek dengan semua perjalanan ini, tapi aku memilih melewati dan terus melewatinya, karena untuk kembali kebelakang aku melihat senyum dari orangtuaku yang diamatanya ada sinar harapan akan kesuksesanku. Untuk belok kesamping ada orang-orang yang tersenyum melihatku walau beberapa diantara mereka ada yang tidak tulus dalam untaian senyumnya, namun aku tahu mungkin senyum yang terpaksa itu ada karena ada kataku yang membuatnya terluka. Namun dibalik semua rasa itu aku berharap kelak aku dapat membahagiakan mereka walau tidak terlalu lucu namun aku ingin mengukir senyum diwajah mereka karena perbuatanku,karena keberdaaanku.

            Tuhan, Aku punya mimpi sederhana namun sangat berharga. Aku ingin menggandeng kedua tangan orang tuaku untuk mendatangi rumahMu dan makam kekasihMu. Aku ingin bersama mereka dalam memenuhi rukun itu.


            Tuhan, jangan sampaikan waktuku sebelum aku mewujudkan mimpi itu atau jika waktuku memang sudah habis hamba mohon, kirimkan seseorang yang menggantikan hamba mewujdkan impian itu, aku sangat berharap jika itu adikku, karena ibuku akan tersenyum bahagia menjalani semua itu, jika bukan adiiku aku berharap itu dari orang yang menyayangiku atau kusayangi tanpa syarat. Mungkin banyak dari mereka tidak tahu apa makna dari impianku ini. Yang kuinginkan bukanlah air mata haru dari kedua orang tuaku karena aku berhasil membawa mereka melengkapi rukun islam mereka, namung yang kuingin adalah aku bisa menjadi perantara kedua orangtuaku untuk masuk kesurga atau melengkapi rukun islam mereka. Aku satu-satunya anak perempuan mereka, mereka sangat berhati-hati menjagaku. Tuhan, hamba ingin bisa menjadi anak perempuan mereka yang bisa menolong mereka dari perihnya api neraka. Walau aku tahu aku sendiri tidak akan mampu menopang dosaku yang lebih tinggi dari gunung yang lebih luas dari samudera. Oleh karena itu Tuhan, di ujung waktuku ini ijinkan aku menghapus semua dosa-dosaku, memperbanyak dzikr terhadapmu baik sir maupun jahr.


            Tuhan, perjalananku sudah buruk dan berliku dan tidak indah karena penuh dosa, namun hamba ingin perjalananku indah, mulus dan baik di akhir hayatku. Aku ingin menjadi salah satu hambaMu yang memulai kehidupan akhiratnya dengan catatan husnul khotimah. Aku ingin menjadi salah satu hambaMu  yang sangat dekat dengan namaMu  hingga engkau mengingatku walau dengan segala malu hamba berharap bisa menjadi hamba yang kau rindukan, dirindukan surga, dan dirindukan Muhammad. Hamba malu namun dengan segala dosa hamba hamba ingin mengharap pertolonganMu Tuhan, Tolong orang tuaku, dan adik-adikku. Jika kami berlima dalam nerakaMu hamba mohon selamatkan dulu orang tua hamba, karena merekalah aku melakukan kebaikan, kedua selamatkanlah adik-adiku karena merekalah aku belajar bersabar dan belajar menjadi orang tua yang harus selalu bijak dan sabar, dan karena hamba sendirilah dosa-dosa ini ada.


            Kumohon Tuhan, aku sayang mereka, aku sayang keluargaku, teman-temanku, dan segenap orang yang mengajarkan ku aku arti kehidupan.


Terimakasih Tuhan, Terimakasih Muhammad. . Terimakasih orangtuaku, terimakasih keluargaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku bukan pilihan

Aku bukan pilihan Jika kamu menempatkanku pada posisi itu Maaf kau tak akan mendapatkanku Sekali saja kamu dibuat bingung atas sebuah piliha...